Rendahnya kualitas sumberdaya
manusia merupakan kendala yang serius dalam pembangunan pertanian.
Ketertinggalan petani dalam hal pendidikan di atasi dengan pendekatan
penyetaraan pendidikan yang selanjutnya dikaitkan dengan pelatihan keterampilan
berusahatani. Di samping itu, berbagai upaya pengu-atan kapasitas petani juga
perlu dilakukan terutama dalam hal pengembangan sikap kewirausahaan, ke-mampuan
dalam pemasaran dan manajemen usaha.
2.Perkembangan
pertanian
Tantangan untuk
Indonesia di era globalisasi sekarang ini masih sama dengan era sebelumnya,
yaitu bagaimana mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi penduduk. Jumlah
penduduk di Indonesia semakin lama semakin meningkat, hal ini menjadi
pertimbangan utama pemerintah pusat dan daerah, sehingga arah perekonomian
Indonesia dibangun untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.
Berdasarkan pertimbangan ini, maka sektor pertanian menjadi salah satu sektor
terpenting dalam struktur perekonomian Indonesia. Sayangnya, sektor pertanian
di Indonesia masih mengalami banyak permasalahan terutama dalam meningkatkan
jumlah produksi pangan. Permasalahan tersebut banyak terjadi di wilayah
pertanian tradisional Jawa maupun Luar Jawa. Hal ini sebabkan karena semakin
berkurangnya lahan yang dapat digunakan untuk bertani.
Pertambahan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan lahan untuk tempat
tinggal dan berbagai sarana lainnya semakin meningkat. Selain itu, Perkembangan
industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang dan tingkat
produktivitas pertanian per hektar juga relatif stagnan. Penyebab produktivitas
ini adalah karena beberapa waduk dan saluran irigasi yang perlu
diperbaiki, hutan-hutan tropis yang semakin berkurang, serta siklus cuaca yang
tidak menentu karena efek pamanasan global yang pada akhirnya berpengaruh
terhadap semakin berkurangnya pasokan air yang dialirkan dari pegunungan
ke lahan pertanian.
Sesuai dengan permasalahan yang kita hadapi ini, kita akan mengalami
kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Sehingga bukan tidak
mungkin kelak kita akan begantung pada impor pangan dari luar negeri. Impor
memang menjadi salah satu solusi termudah yang dapat ditempuh untuk memenuhi
kebutuhan pangan kita. Namun kita juga harus memikirkan bagaimana struktur
perekonomian Indonesia di masa yang akan datang, dan bagaimana struktur tenaga
kerja yang akan terbentuk berdasarkan arah masa depan struktur perekonomian
Indonesia.
3.Strategi
untuk Meraih Keunggulan Pertanian Indonesia
Visi pertanian
Indonesia adalah menjadi pertanian tangguh dan modern berbasis pada
pengelolaan sumberdaya alam dan genetik secara berkelanjutan yang menjamin
ketahanan, keamanan dan mutu pangan, penyediaan bahan baku industri dan
kesejahteraan petani, serta berdaya saing global.
Untuk mencapai visi tersebut strateginya meliputi:
1.
Pengembangan Sumberdaya Manusia.
Pengembangan SDM pertanian tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
dalam penerapan teknologi pertanian, tetapi juga untuk meningkatkan motivasi
dan persepsi tentang pertanian modern, dan juga untuk perbaikan moral,
transformasi tradisi dan kultur menjadi pertanian berbudaya industri
2.
Penyempurnaan Kelembagaan Petani
dan Pertanian. Salah satu penyebab rendahnya daya saing pertanian Indonesia
adalah sempitnya lahan pertanian yang dikelola petani. Dalam kondisi seperti
itu, petani pada umumnya mengelola lahan sempitnya secara sendiri-sendiri,
tidak ada konsolidasi dalam pengelolaan lahan. Karena itu kelembagaan petani
juga harus disempurnakan. Rekayasa sosial, penguatan kelembagaan, dan
pendampingan oleh pakar menjadi kunci penting untuk peningkatan daya saing
produk pertanian Indonesia. Rekayasa sosial seperti pengembangan Komunitas Estate
Padi (KEP) yang sedang dikembangkan oleh Faperta IPB, program sarjana masuk
desa yang dikembangkan LPPM dengan BULOG, dan aktivitas sejenisnya perlu
dikembangkan untuk pemberdayaan dan peningkatan mutu SDM pertanian
.


